
Proses mengurus perizinan di dunia konstruksi sering kali membuat pemilik usaha bingung karena banyaknya istilah yang terasa mirip. Sebagai contoh, saat Anda ingin membuat Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi (SBUJK), Anda akan menemukan tiga istilah utama, seperti jenis, klasifikasi, dan subklasifikasi.
Oleh karena itu, memahami ketiganya secara urut adalah langkah penting agar perusahaan Anda tidak salah memilih jenis izin. Selain itu, Pemerintah melalui sistem perizinan resmi menetapkan aturan yang cukup ketat.
Jika Anda salah menentukan klasifikasi sbujk, berkas Anda bisa ditolak oleh lembaga penilai atau bahkan membuat perusahaan Anda gugur saat ikut lelang proyek.Â
Di artikel ini akan membahas jenis SBUJK Konstruksi dan sub klasifikasinya, cara menentukan klasifikasi yang sesuai, serta hal yang harus dihindari agar tidak salah dalam memilih kode untuk perusahaan. Simak hingga selesai.
Baca Juga: Panduan Lengkap Kualifikasi SBUJK dan Alur Pengajuan
Jenis – Jenis SBUJK/SBU Konstruksi Utama
Sebelum memilih bidang pekerjaan, Anda perlu menentukan terlebih dahulu peran atau fokus kegiatan usaha perusahaan Anda. Pemerintah membagi perizinan ini menjadi tiga jenis sbu konstruksi utama.
Pemilihan jenis sbujk konstruksi tergantung pada layanan yang ingin perusahaan Anda tawarkan. Beberapa pilihannya antara lain:
1. SBU Pekerjaan Konstruksi (Pelaksana/Kontraktor)

Jenis perizinan ini khusus untuk badan usaha yang menjalankan pengerjaan fisik bangunan secara langsung di lapangan, mulai dari tahap awal hingga pengerjaan akhir (finishing).
2. SBU Jasa Konsultansi Konstruksi

Izin ini wajib untuk perusahaan yang fokus pada bidang perencanaan teknis , contohnya seperti perusahaan di bidang perancangan desain bangunan, pengawasan di lapangan (supervision), serta pengelolaan proyek.
3. SBU Pekerjaan Konstruksi TerintegrasiÂ

Jenis perizinan ini bertujuan bagi kontraktor berskala besar yang menangani proyek kompleks paket lengkap (rancang bangun / Engineering, Procurement, and Construction).Â
Klasifikasi SBU Konstruksi
Setelah menentukan jenis perizinan yang sesuai dengan peran perusahaan, langkah berikutnya adalah memilih kelompok bidang pekerjaannya. Pada tahap inilah Anda masuk ke bagian klasifikasi sbu konstruksi.
Secara sederhana, klasifikasi sbujk adalah pembagian kelompok besar pekerjaan konstruksi berdasarkan jenis bangunan dan bidang keahliannya. Pemerintah membagi bidang pekerjaan ini menjadi empat kelompok utama, yaitu:
- Bangunan Gedung (Kode BG): Menangani pembangunan berbagai jenis gedung, seperti rumah tinggal, kantor, pabrik, toko, hingga rumah sakit.
- Bangunan Sipil (Kode BS): Meliputi pembangunan fasilitas umum seperti jalan raya, jembatan, bendungan, pelabuhan, dan saluran air.
- Instalasi Mekanikal dan Elektrikal (Kode IN): Berfokus pada pemasangan jaringan listrik, AC gedung, pipa air, pipa gas, dan saluran komunikasi.
- Jasa Spesialis (Kode SP): Menangani pekerjaan teknis khusus, seperti penyiapan lahan, pembongkaran gedung, pemasangan tiang pancang fondasi, atau pengerukan.
Subklasifikasi SBU Konstruksi
Jika klasifikasi adalah kelompok besarnya, maka subklasifikasi sbu konstruksi adalah bagian rincian yang lebih spesifik dari pekerjaan tersebut. Pada tingkat ini, setiap jenis pekerjaan memiliki kode khusus yang akan dicantumkan pada dokumen resmi SBUJK dan izin usaha Anda.
Berikut ini adalah pembagian subklasifikasi SBU Konstruksi, yaitu:
1. Subklasifikasi Bangunan Gedung (BG)

Kelompok bangunan gedung dibagi lagi berdasarkan fungsi utama gedung yang dibangun. Tabel berikut merinci contoh kode subklasifikasi untuk bidang gedung:
| Kode Subklasifikasi | Nama Pekerjaan Spesifik | Jenis Bangunan |
| BG001 | Konstruksi Gedung Hunian | Rumah tinggal, apartemen |
| BG002 | Konstruksi Gedung Perkantoran | Gedung perkantoran |
| BG003 | Konstruksi Gedung Industri | Pabrik, pergudangan |
| BG004 | Konstruksi Gedung Perbelanjaan | Mal, pertokoan, pasar |
| BG005 | Konstruksi Gedung Kesehatan | Rumah sakit, puskesmas |
| BG006 | Konstruksi Gedung Pendidikan | Sekolah, gedung kampus |
2. Subklasifikasi Bangunan Sipil (BS)

Bidang bangunan sipil mencakup fasilitas umum dan infrastruktur luas, antara lain:
- BS001: Pembangunan jalan raya, jalan umum, dan jalan tol.
- BS002: Pembangunan jembatan, jalan layang, dan jalan bawah tanah (underpass).
- BS004: Pembangunan saluran irigasi, drainase, dan penahan gelombang pantai.
- BS005: Pembangunan tempat pengolahan air bersih dan pipa penyaluran air.
3. Subklasifikasi Instalasi Mekanikal dan Elektrikal (IN)

Pekerjaan ini memerlukan keahlian khusus agar fasilitas dalam gedung dapat berfungsi dengan baik. Beberapa kodenya antara lain:
- IN001: Pemasangan jaringan dan instalasi listrik gedung.
- IN002: Pemasangan sistem pendingin udara (AC gedung) dan ventilasi.
- IN004: Pemasangan instalasi pipa air, gas, dan saluran pembuangan.
Cara Menentukan Klasifikasi yang Sesuai untuk Perusahaan Anda
Menentukan klasifikasi SBUJK membutuhkan pemahaman terhadap kegiatan usaha dan kesiapan dokumen perusahaan. Anda tidak bisa hanya memilih berdasarkan nama bidangnya saja. Sebaiknya, ikuti langkah-langkah berikut agar pemilihan kode perizinan Anda tepat sasaran:
1. Identifikasi Pekerjaan Utama & Pengalaman Perusahaan

Buat daftar layanan utama yang paling sering Tim Anda kerjakan. Pilih subklasifikasi yang sesuai dengan rekam jejak proyek tersebut agar proses verifikasi di LPJK berjalan mulus.
2. Samakan Kode KBLI pada NIB Perusahaan

Buka dokumen Nomor Induk Berusaha (NIB) milik perusahaan Anda. Pastikan kode KBLI 5 digit yang terdaftar di sistem OSS RBA sudah sinkron dengan kode subklasifikasi SBUJK yang ingin Anda ajukan.
3. Periksa Ketersediaan Tenaga Ahli Bersertifikat (SKK)

Setiap subklasifikasi membutuhkan Penanggung Jawab Teknis (PJTBU) dan Penanggung Jawab Subklasifikasi (PJSK). Pastikan sertifikat keahlian (SKK Konstruksi) milik tenaga ahli Anda sudah sesuai dan linier dengan bidang tersebut.
4. Sesuaikan dengan Kebutuhan Proyek atau Tender

Jika Anda berencana mengikuti tender tertentu, periksa persyaratan bidang yang diminta oleh panitia lelang. Pilih klasifikasi yang relevan dengan target proyek tersebut sekaligus mendukung rencana pengembangan bisnis jangka panjang.
Baca Juga: Bagaimana Cara Mengurus SBUJK? Syarat, Dokumen dan Tahapannya
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Memilih Kode SBUJK
Kesalahan dalam memilih klasifikasi sbujk dapat membuat perusahaan menghadapi kendala ketika sertifikat akan digunakan untuk kebutuhan bisnis. Oleh sebab itu, hindari beberapa kesalahan fatal berikut:
- Memilih kode tanpa memahami ruang lingkupnya, sehingga sertifikat tidak bisa dipakai untuk lelang yang dituju.
- Tidak mengatur keselarasan KBLI pada NIB atau mengajukan subklasifikasi SBUJK yang kode KBLI-nya belum terdaftar.
- Mengabaikan persyaratan tenaga ahli (SKK).
- Menentukan bidang pekerjaan spesialis tanpa memperhitungkan ketersediaan bukti kepemilikan atau sewa alat berat yang LSBU syaratkan.
- Mengurus sertifikasi hanya untuk mengejar satu paket tender tanpa mempertimbangkan arah pengembangan bisnis jangka panjang.
Butuh Bantuan Menentukan Klasifikasi SBUJK yang Sesuai?
Memilih klasifikasi SBUJK yang tepat merupakan bagian penting dalam proses pengurusan Sertifikat Badan Usaha. Perusahaan perlu memahami perbedaan antara klasifikasi dan subklasifikasi SBU konstruksi, sekaligus menyesuaikannya dengan kegiatan dan kebutuhan bisnis.
Jika Anda masih bingung menentukan jenis SBU konstruksi atau subklasifikasi yang sesuai dengan bidang usaha perusahaan, jangan mengambil keputusan secara terburu-buru. Setiap badan usaha dapat memiliki kebutuhan yang berbeda berdasarkan jenis layanan dan target pekerjaan yang dijalankan.
Anda dapat memastikan seluruh proses perizinan berjalan lancar, cepat, dan sesuai aturan dengan pendampingan bersama tim ahli Sarana Konsultasi . Kami siap mendampingi Anda dari tahap awal hingga selesai.
Kontak kami sekarang melalui portal saranakonsultasi.com untuk berkonsultasi mengenai kebutuhan izin usaha konstruksi Anda!