
Cara mendapatkan sertifikat SNI perlu Anda pahami jika produk yang Anda produksi termasuk kategori yang wajib memenuhi Standar Nasional Indonesia. Prosesnya tidak cukup hanya dengan mengajukan dokumen. Anda perlu memastikan produk, proses produksi, sistem mutu, dan persyaratan teknis sudah memenuhi ketentuan yang berlaku.
Jika produk Anda termasuk kategori yang wajib memenuhi SNI di bawah kewenangan Kementerian Perindustrian, proses pengajuannya dilakukan melalui SIINas (Sistem Informasi Industri Nasional). Setelah itu, perusahaan mengikuti proses penilaian kesesuaian bersama LSPro sesuai skema dan regulasi produk.
Lalu, apa saja yang perlu disiapkan dan bagaimana tahapan pengurusannya? Berikut penjelasannya.
Apa Saja Syarat Sertifikat SNI?
Persyaratan SNI dapat berbeda menurut jenis produk dan regulasi yang berlaku. Untuk produk SNI wajib Kemenperin, perusahaan umumnya perlu menyiapkan:
- NIB dan legalitas perusahaan
- NPWP
- Dokumen atau sertifikat merek
- Dokumen teknis produk
- Diagram alir proses produksi
- Daftar fasilitas produksi
- Daftar peralatan pengujian
- Dokumen pengendalian mutu
- Dokumen sistem manajemen mutu sesuai persyaratan produkÂ
- Dokumen lain sesuai ketentuan SNI dan regulasi produk
Kemenperin juga mencantumkan dokumen seperti surat permohonan, informasi produk, fasilitas produksi, peralatan uji, pengendalian mutu, dan informasi terdokumentasi dalam proses sertifikasi SNI wajib melalui SIINas.
Cara Mendapatkan Sertifikat SNI
Setelah mengetahui apa saja persyaratannya, Anda dapat mulai mengikuti proses sertifikasi. Anda dapat mengikuti tahapan-tahapan berikut untuk mendapatkan sertifikat SNI.
1. Pastikan Produk Wajib SNI
Pertama, cek apakah produk Anda merupakan wajib SNI. Cari regulasi Kementerian Perindustrian yang mengatur produk tersebut, kemudian periksa SNI, ruang lingkup, dan persyaratan yang berlaku.
Jangan hanya melihat nama produknya. Regulasi dapat menetapkan persyaratan berbeda untuk produk berdasarkan jenis, fungsi, atau karakteristik tertentu.
Baca Juga: Sertifikasi SNI – Fungsi dan Daftar Produk yang Wajib Punya
2. Siapkan Legalitas dan Dokumen Perusahaan
Setelah mengetahui regulasinya, siapkan NIB, NPWP, dokumen pendirian perusahaan, dokumen merek, serta dokumen lain yang tercantum dalam persyaratan produk.
Anda juga perlu menyiapkan dokumen teknis seperti diagram proses produksi, daftar fasilitas, peralatan pengujian, dan rencana pengendalian mutu.
3. Penuhi Persyaratan Sistem Manajemen Mutu
Periksa apakah regulasi produk Anda meminta perusahaan menerapkan atau memiliki sertifikat sistem manajemen mutu tertentu.
Jika iya, agar bisa lolos SNI, perusahaan Anda harus membuktikan bahwa proses produksinya konsisten. Syarat utamanya adalah pabrik Anda sudah menerapkan Sistem Manajemen Mutu (minimal berstandar ISO 9001). Hal ini penting untuk memastikan produk yang dihasilkan dari hari ke hari kualitasnya selalu sama.
Baca Juga: Wajib Tahu! Jenis Jenis ISO Penentu Kredibilitas Bisnis
4. Ajukan Permohonan Melalui SIINas
Untuk SNI wajib dalam lingkup Kemenperin, perusahaan perlu memiliki akun SIINas dan mengajukan permohonan sertifikasi melalui sistem tersebut. Perusahaan mengisi data yang diminta, memilih SNI dan LSPro, kemudian mengunggah dokumen persyaratan.
Kemenperin akan memeriksa kelengkapan dan kesesuaian data sebelum proses berlanjut ke tahap sertifikasi.
5. Pilih LSPro yang Sesuai
Kemudian, pilih LSPro terakreditasi yang memiliki ruang lingkup sesuai dengan jenis produk Anda. Setelah memilih, Anda bisa mengonfirmasi jadwal audit serta rincian biaya resmi yang dikeluarkan oleh LSPro tersebut.
6. Ikuti Audit dan Pengujian Produk
LSPro memeriksa dokumen, proses produksi, sistem pengendalian mutu, serta kesiapan fasilitas sesuai skema sertifikasi. Pada tahap tertentu, LSPro juga mengambil sampel produk untuk pengujian.
Laboratorium kemudian menguji sampel berdasarkan parameter yang tercantum dalam SNI atau skema sertifikasi. Alur tersebut dapat berbeda menurut jenis produk.
7. Perbaiki Ketidaksesuaian Jika Ada
Jika LSPro menemukan ketidaksesuaian, perusahaan perlu melakukan perbaikan sesuai hasil evaluasi. Anda juga perlu menyiapkan bukti yang menunjukkan bahwa perusahaan sudah menyelesaikan temuan tersebut.
Karena itu, sebaiknya perusahaan mengecek dokumen, sistem mutu, fasilitas, dan proses produksi sebelum audit berlangsung.
8. Dapatkan Sertifikat SNI
Jika hasil audit pabrik dinilai bagus dan hasil uji lab menyatakan produk Anda lulus, laporan tersebut akan dibawa ke sidang panel mutu LSPro. Setelah disetujui, barulah Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) resmi diterbitkan untuk perusahaan Anda.
Bagaimana Cara Mendapatkan Label atau Tanda SNI?
Setelah sertifikat SNI diperoleh, perusahaan masih perlu mengikuti ketentuan penggunaan tanda SNI sebelum mencantumkannya pada produk. Jadi, memiliki sertifikat SNI tidak berarti perusahaan bisa langsung memasang logo SNI pada kemasan atau produknya.
Untuk menggunakan tanda SNI, perusahaan perlu mengajukan persetujuan penggunaan tanda SNI sesuai ketentuan yang berlaku. Perusahaan juga perlu memastikan bentuk, ukuran, dan penempatan tanda SNI sudah sesuai dengan aturan.
Biaya Sertifikasi SNI
Untuk mendapatkan logo Garuda SNI, total biaya pengurusan sertifikasi SNI berkisar antara Rp10.000.000 hingga Rp40.000.000 atau lebih per jenis produk.
Namun, tarif ini tidak bisa dipatok rata karena sangat bergantung pada jenis produk yang Anda jual, lokasi pabrik Anda, serta Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) yang dipilih. Secara garis besar, biaya tersebut dibagi menjadi beberapa komponen berikut:
- Biaya Administrasi: Untuk pendaftaran awal, pemeriksaan berkas legalitas perusahaan, dan verifikasi dokumen.
- Biaya Audit Lapangan: Biaya untuk tim auditor resmi yang datang langsung meninjau pabrik Anda. Perusahaan juga perlu menyiapkan anggaran untuk akomodasi dan transportasi tim auditor ke lokasi pabrik.
- Biaya Uji Laboratorium: Ini adalah komponen yang paling bervariasi. Menguji produk dengan parameter teknis rumit (seperti alat elektronik, helm, atau bahan bangunan) tentu membutuhkan biaya lab yang lebih besar dibanding produk makanan atau pakaian.
- Biaya Pemeliharaan (Surveilan): Biaya untuk audit pengawasan berkala yang biasanya dilakukan setahun sekali untuk memastikan pabrik Anda tetap menjaga kualitas produknya.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengurus SNI
Beberapa kesalahan yang sering membuat proses sertifikasi menjadi lebih panjang antara lain:
- Perusahaan belum memastikan produk termasuk wajib SNI;
- Perusahaan menggunakan SNI atau regulasi yang tidak sesuai;
- Dokumen legalitas belum lengkap;
- Sistem manajemen mutu belum memenuhi persyaratan;
- Perusahaan memilih LSPro yang tidak sesuai dengan ruang lingkup produk;
- Dokumen tidak sesuai dengan kondisi produksi;
- Fasilitas atau peralatan belum siap untuk evaluasi;
- Perusahaan belum menyiapkan pengujian produk sesuai parameter SNI; dan
- Perusahaan menganggap semua produk memiliki persyaratan ISO 9001 yang sama.
Karena persyaratan dapat berbeda menurut produk, selalu gunakan regulasi dan skema sertifikasi yang sesuai sebagai acuan utama. Anda juga dapat menggunakan jasa profesional untuk mengurus sertifikat SNI untuk menghindari kesalahan yang berakibat gagalnya pengurusan.
Butuh Bantuan Mengurus Sertifikat SNI?
Ketika mengurus sertifikat SNI, Anda perlu melalui tahapan-tahapan sampai mengisi permohonan melalui SIINas. Perusahaan juga perlu memastikan regulasi produk, dokumen, sistem mutu, proses produksi, pengujian, dan kesiapan audit sudah sesuai.
Jika Anda masih bingung menentukan persyaratan atau tahapan yang perlu dilakukan, Sarana Konsultasi dapat membantu Anda memahami kebutuhan sertifikasi SNI dan menyiapkan proses pengurusannya secara lebih terarah.
Konsultasikan kebutuhan sertifikasi produk Anda dengan Sarana Konsultasi sebelum memulai proses pengajuan.